12/25/2011

Manajemen Konflik dan Komunikasi dalam Organisasi

KONFLIK

Konflik dilatarbelakangi oleh adanya ketidakcocokan atau perbedaan dalam hal nilai, tujuan, status, dan lain sebagainya. Terlepas dari faktor yang melatarbelakangi terjadinya suatu konflik, gejala yang mengemuka dalam suatu organisasi saat terjadi konflik adalah saat individu atau kelompok menunjukkan sikap “bermusuhan” dengan individu atau kelompok lain yang berpengaruh terhadap kinerja dalam melakukan aktivitas organisasi.

Jenis-jenis Konflik :
  1. Konflik dalam diri individu, terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
  2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain.
  3. Konflik antar individu dan kelompok seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka.
  4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama. Tipe konflik ini yang banyak terjadi di dalam organisasiorganisasi. Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja.
  5. Konflik antar organisasi, konflik ini biasanya disebut dengan persaingan.
Sumber Konflik :

Menurut Agus M. Hardjana terdapat sepuluh penyebab munculnya konflik , yaitu:
  1. Salah pengertian atau salah paham karena kegagalan komunikasi,
  2. Perbedaan tujuan kerja karena perbedaan nilai hidup yang dipegang,
  3. Rebutan dan persaingan dalam hal yang terbatas seperti fasilitas kerja dan jabatan,
  4. Masalah wewenang dan tanggung jawab,
  5. Penafsiran yang berbeda atas satu hal, perkara dan peristiwa yang sama,
  6. Kurangnya kerja sama,
  7. Tidak mentaati tata tertib dan peraturan kerja yang ada,
  8. Ada usaha untuk menguasai dan merugikan,
  9. Pelecehan pribadi dan kedudukan,
  10. Perubahan dalam sasaran dan prosedur kerja sehingga orang menjadi merasa tidak jelas tentang apa yang diharapkan darinya.
Metode Penyelesaian Konflik :

Metode penyelesaian konflik yang disampaikan oleh Stoner, yaitu :
  1. Dominasi dan Penguasaan, hal ini dilakukan dengan cara paksaan, perlunakan, penghindaran, dan penentuan melalui suara terbanyak.
  2. Kompromi,
  3. Pemecahan masalah secara menyeluruh,
  4. Perundingan.
Motivasi

Motivasi berasal dari bahasa latin movere yang berarti dorongan atau menggerakkan. Dalam kehidupan, motivasi memiliki peranan yang sangat penting karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia, sehingga mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Tanpa adanya motivasi dalam diri seseorang, maka dapat dipastikan bahwa orang itu tidak akan bergerak sedikitpun dari tempatnya berada. Begitupun dalam kehidupan berorganisasi, motivasi organisasi sangat mutlak adanya.
Motivasi organisasi adalah suatu keahlian dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai.

Teori-teori Motivasi :
  • Teori Hirarki Kebutuhan
Salah satu teori motivasi yang paling banyak diacu adalah teori "Hirarki Kebutuhan" yang dikemukakan oleh Abraham Maslow. Maslow memandang kebutuhan manusia berdasarkan suatu hirarki kebutuhan dari kebutuhan yang paling rendah hingga kebutuhan yang paling tinggi. Kebutuhan pokok manusia yang diidentifikasi Maslow dalam urutan kadar pentingnya adalah sebagai berikut :
  1. Kebutuhan Fisiologis (Basic Needs) : sandang, pangan, papan dan kesejahteraan individu.
  2. Kebutuhan akan Rasa Aman (Securily Needs) : kebutuhan akan keamanan sewaktu bekerja.
  3. Kebutuhan Afiliasi atau Akseptansi (Social Needs) : kebutuhan sosial.
  4. Kebutuhan Penghargaan (Esteem Needs) : kekuasaan, prestise, status dan keyakinan akan diri sendiri.
  5. Kebutuhan Perwujudan Diri (Self-Actualization) : kebutuhan untuk menjadi orang yang dicita-citakan dan dirasakan mampu mewujudkannya.
  • Teori X dan Y
Teori ini dikemukakan oleh Douglas McGregor. Ia membedakan 2 tipe pekerja yaitu X dan Y.
  1. Teori X, menyatakan bahwa orang-orang sesungguhnya malas dan tidak mau bekerja sama.
  2. Teori Y, menyatakan bahwa orang-orang sesungguhnya energik, berorientasi kepada perkembangan, memotivasi diri sendiri, dan tertarik untuk menjadi produktif.
  • Teori Dua Faktor Herzberg
Herzberg mengklaim telah menemukan penjelasan dua faktor motivasi yaitu :
  1. Hygiene Factors, meliputi gaji, kehidupan pribadi, kualitas supervisi, kondisi kerja, jaminan kerja, hubungan antar pribadi, kebijaksanaan dan administrasi perusahaan.
  2. Motivation Factors, dikaitkan dengan isi pekerjaan mencakup keberhasilan, pengakuan, pekerjaan yang menantang, peningkatan dan pertumbuhan dalam pekerjaan.
  • Teori Kebutuhan ERG Alderfer
Teori ERG Alderfer (Existence, Relatedness, Growth) adalah teori motivasi yang dikemukakan oleh Clayton P. Alderfer. Teori Alderfer menemukan adanya 3 kebutuhan pokok manusia :
  1. Existence Needs (Kebutuhan Keadaan) adalah suatu kebutuhan akan tetap bisa hidup sesuai dengan tingkat kebutuhan tingkat rendah. Dari Maslow yaitu meliputi kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman serta hygiene factors dari Herzberg.
  2. RelatednessNeeds(Kebutuhan Berhubungan), mencakup kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kebutuhan ini sesuai dengan kebutuhan afiliasi dari Maslow dan hygiene factors dari Herzberg.
  3. Growth Needs (Kebutuhan Pertumbuhan) adalah kebutuhan yang mendorong seseorang untuk memiliki pengaruh yang kreatif dan produktif terhadap diri sendiri atau lingkungan. Realisasi dari kebutuhan penghargaan dan perwujudan diri dari Maslow dan motivation factors dari Herzberg.
  • Teori Motivasi Ekspektansi
Teori motivasi ini diungkapkan oleh Vroom. Vroom mengemukakan bahwa orang-orang akan termotivasi untuk melakukan hal-hal tertentu guna mencapai tujuan apabila mereka yakin bahwa tindakan mereka akan mengarah pada pencapaian tujuan tersebut.
  • Teori Motivasi Klasik
Teori motivasi ini diungkapkan oleh Frederick Taylor yang menyatakan bahwa pekerja hanya termotivasi semata-mata karena uang. Konsep ini menyatakan bahwa seseorang akan menurun semangat kerjanya bila upah yang diterima dirasa terlalu sedikit atau tidak sebanding dengan pekerjaan yang harus dilakukan.



KOMUNIKASI


Istilah komunikasi dari bahasa Inggris, yaitu communication, dan dari bahasa latin, yaitu communicatus yang mempunyai arti berbagi atau menjadi milik bersama, komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut.
Definisi komunikasi secara umum adalah suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau lebih dengan tujuan tertentu. Definisi tersebut memberikan beberapa pengertian pokok yaitu komunikasi adalah suatu proses mengenai pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan.

Unsur-unsur Komunikasi :


1. Sumber (source)
2. Pengubahan berita ke dalam sandi (encoding)
3. Pengiriman berita secara lisan dan tertulis
4. Penerimaan berita
5. Penerjemahan kembali berita (decoding)
6. Umpan balik (feedback)

Hambatan-hambatan Komunikasi :


-     Hambatan Semantik adalah hambatan yang disebabkan oleh faktor bahasa yang digunakan oleh para pelaku komunikasi. Contoh : seorang penjual kesulitan menangkap maksud pembicaraan pembeli karena bahasa yang tidak mengerti.

-     Hambatan Mekanik adalah hambatan yang disebabkan oleh faktor elektrik, mesin atau media lainnya. Contoh : bunyi pengeras suara yang gaung, gambar televisi yang tidak jelas, salah cetak pada surat kabar atau majalah.

-     Hambatan Ekologis adalah hambatan yang disebabkan oleh lingkungan sekitar proses komunikasi tersebut.

-     Hambatan Antropologis adalah hambatan yang disebabkan oleh perbedaan pada diri manusia. Contoh : perbedan budaya, adat, dan norma yang berlaku.

-     Hambatan Psikologis adalah hambatan yang disebabkan oleh faktor kejiwaan. Contoh : Jika komunikan sedang sedih, marah atau berprasangka buruk pada komunikator maka akan terjadi misscommunication.

Klasifikasi Komunikasi :

Klasifikasi komunikasi dalam organisasi dapat di tinjau dari beberapa segi, yaitu :
1. Segi Sifat :
- Komunikasi Lisan, komunikasi yang berlangsung secara lisan / berbicara. Contoh : presentasi.
- Komunukasi Tertulis, komunikasi melalui tulisan. Contoh : email, surat.
- Komunikasi Verbal, komunikasi yang dibicarakan / diungkapkan. Contoh : curhat.
- Komunikasi Non Verbal, komunikasi yang tidak dibicarakan (tersirat). Contoh : Mimik muka seseorang.

2. Segi Arah :
- Komunikasi Ke atas, komunikasi dari bawahan ke atasan.
- Komunikasi Ke bawah, komunikasi dari atasan ke bawahan.
- Komunikasi Horizontal, komunikasi ke sesama manusia / setingkat.
- Komunikasi Satu Arah, pemberitahuan gempa melalui BMKG (tanpa ada timbal balik).
- Komunikasi Dua Arah, berbicara dengan adanya timbal balik / saling berkomunikasi.

3. Menurut Lawannya : 
- Komunikasi Satu Lawan Satu, berbicara dengan lawan bicara yang sama banyaknya. Contoh : berbicara melalui telepon.
- Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok), ‏berbicara antara satu orang dengan suatu kelompok. Contoh : kelompok satpam menginterogasi maling.
- Kelompok Lawan Kelompok, berbicara antara suatu kelompok dengan kelompok lain. Contoh : debat partai politik.

4. Menurut Keresmiannya :
- Komunikasi Formal, komunikasi yang berlangsung resmi. Contoh : rapat suatu perusahaan.
- Komunikasi Informal, komunikasi yang tidak resmi. Contoh : berbicara dengan teman.

Jaringan Komunikasi :

Jaringan adalah saluran yang digunakan untuk meneruskan pesan dari satu orang ke orang lain. Dibawah ini terdapat beberapa model jaringan komunikasi, yaitu :


a. Model Bersambung / Rantai
Metode jaringan komunikasi disini terdapat lima tingkatan dalam jenjang hirarkisnya dan hanya dikenal komunikasi sistem arus ke atas (upward) dan ke bawah (downward), yang artinya menganut hubungan komunikasi garis langsung (komando) baik ke atas atau ke bawah tanpa terjadinya suatu penyimpangan.

b. Model Roda
Sistem jaringan komunikasi disini, semua laporan, instruksi perintah kerja dan kepengawasan terpusat satu orang yang memimpin empat bawahan atau lebih, dan antara bawahan tidak terjadi interaksi (komunikasi sesamanya).

c. Model Lingkaran
Model jaringan komunikasi lingkaran ini, pada semua anggota/staff bisa terjadi interaksi pada setiap tiga tingkatan hirarkinya tetapi tanpa ada kelanjutannya pada tingkat yang lebih tinggi, dan hanya terbatas pada setiap level.

d. Model Menyeluruh
Model jaringan komunikasi sistem ini, adalah pengembangan model lingkaran, di mana dari semua tiga level tersebut dapat melakukan interaksi secara timbal balik tanpa menganut siapa yang menjadi tokoh sentralnya.

e. Model Huruf ‘Y’
Model jaringan komunikasi dalam organisasi di sini, tidak jauh berbeda dengan model rantai, yaitu terdapat empat level jenjang hirarkinya, satu supervisor mempunyai dua bawahan dan dua atasan mungkin yang berbeda divisi/departemen.








Referensi :

Read More >>

11/03/2011

Macam-Macam Organisasi dari Segi Tujuan

          Tujuan organisasi adalah pernyataan yang menjelaskan apa ingin kita capai dalam berorganisasi, yang berasal dari visi atau misi kita dalam berorganisasi. Tujuan adalah ujung ke arah mana organisasi kita akan diarahkan. Macam organisasi dapat dilihat dari berbagai segi, yaitu dari jumlah puncak pimpinan, segi keresmian, segi tujuan, segi luas wilayah, segi sosial, dan segi bentuk. Yang akan saya bahas disini adalah macam-macam organisasi dari segi tujuan yang ingin dicapai. Macam-macam organisasi tersebut adalah :

1.         Organisasi Niaga

          Organisasi yang tujuan utamanya untuk mencari keuntungan, terutama dalam bidang bisnis.
          Macam-macam Organisasi Niaga :
  • Perseroan Terbatas (PT), yaitu perusahaan yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang berbadan hukum
  • Perseroan Komanditer (CV), yaitu salah satu badan usaha yang dilakukan oleh pelaku bisnis usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia.
  • Firma (Fa), yaitu suatu organisasi bisnis dimana ada perjanjian dua orang atau lebih untuk memperoleh keuntungan bersama.
  • Koperasi, yaitu badan usaha yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  • Join Venture, yaitu kerjasama antara dua orang atau lebih dalam bidang bisnis untuk membentuk perusahaan baru.
  • Trust, yaitu penggabungan dua unit usaha menjadi satu dan masing-masing unit usaha kehilangan identitasnya. Beberapa perusahaan yang telah melebur akan melahirkan perusahaan baru yang lebih besar.
  • Kartel, yaitu persekutuan perusahaan-perusahaan dibawah suatu perjanjian untuk mencapai tujuan tertentu.
  • Holding Company, yaitu suatu usaha untuk menggabungkan satu perusahaan dengan perusahaan lain.
2.          Organisasi Sosial

         Organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum. Berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat untuk ikut andil dalam pembangunan bangsa dan negara menuju arah yang lebih baik lagi dengan tujuan menjadikan bangsa dan negara dalam pembentukan sosialisasi yang baik dan menjadikan masyakarat yang penuh dengan jiwa sosialisasi yang tinggi.
          Jalur pembentukan Organisasi Kemasyarakatan :
  • Jalur Keagamaan
  • Jalur Profesi
  • Jalur Kepemudaan
  • Jalur Kemahasiswaan
  • Jalur Kepartaian dan Kekaryaan

3.        Organisasi Regional dan Internasional

           Organisasi Regional :
          Organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja. Sebagai contoh : ASEAN (Association of Southeast Asian Nations = Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA)), dibentuk 8 Agustus 1967, memiliki 10 negara anggota, Timor Leste dan Papua new Guinea hanya sebagai pemantau, dan masih mempertimbangkan akan menjadi anggota).


           Organisasi Internasional :
         Organisasi yang anggota- anggotanya meliputi negara di dunia. Sebagai contoh : UN (United Nations = Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)),didirikan di San Fransisco pada 24 Oktober 1945.

Read More >>

10/06/2011

RIM Luncurkan Blackberry Dakota

       Kabar menggembirakan bagi para pecinta smartphones Blackberry. Beberapa waktu silam, RIM baru saja meluncurkan produk terbarunya Blackberry Bold 9900 atau yang lebih akrab disebut dengan Blackberry Dakota. Dakota pun dilengkapi dengan NFC (Near Field Communication), sebuah fitur yang memungkinkan pengguna smartphones ini dapat melakukan pembayaran online secara langsung via gadget. Fitur ini adalah semacam dompet digital dimana pengguna cukup mendekatkan hp ke sensor (layaknya kartu RFID pada mesin absen) sehingga pengguna dapat melakukan banyak hal seperti transaksi pembayaran ataupun saling berbagi banyak hal.

       Dari sisi desain, BB Dakota memiliki trackpad layaknya BB Gemini, namun bodi yang lebih cenderung mirip BB Onyx tetapi lebih tipis. Pihak RIM memperkenalkan Blod 9900 sebagai perpaduan antara masa depan dan masa lalu. Dakota, ponsel pintar dengan kombinasi yang cantik antara layar sentuh beresolusi tinggi dengan keypad qwerty khas BB.
Spesifikasi BlackBerry Bold 9900 Dakota:
- 2G Network : GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
- 3G Network : HSDPA 850 / 1900 / 2100 / 800 HSDPA 900 / 1700 / 2100
- Ukuran : 115 x 66 x 10.5 mm
- Berat : 130 g
- Jenis tampilan layar : TFT capacitive touchscreen
- Ukuran layar : 640 x 480 pixels, 2.8 inches (~286 ppi pixel density)
- Memori penyimpanan internal : 8GB, 768 MB RAM
- Bluetooth : v2.1 dengan A2DP, EDR
- USB : USB v2.0
- Kamera : 5 MP, 2592x1944 pixels, LED flash, fitur pengecekan kualitas
- Fitur : Geo-tagging, face detection, image stabilization
- Video : 720p fitur pengecekan kualitas
- OS : BlackBerry OS 7.0
- Perpesanan : SMS, MMS, Email, Push Email, IM
- Format browser : HTML
- Baterai : Standard battery, Li-Ion 1230 mAh
- Waktu stand-by : sampai di atas 307 jam (2G) / sampai di atas 307 jam (3G)
- Waktu bicara : sampai di atas 6 jam 30 menit (2G) / sampai di atas 5 jam 50 menit (3G)
- Pemutar musik : sampai 50 jam
 
       Dakota sudah tersedia sejak bulan September 2011 lalu di Indonesia dan dibandrol dengan harga mulai Rp5,99 juta dengan garansi resmi dari distributor.

Read More >>

Metode, Ciri, Unsur, dan Teori Organisasi

Pengertian Organisasi
Organisasi diciptakan oleh masyarakat dalam masyarakat itu sendiri. Organisasi sendiri didefinisikan sebagai suatu kelompok orang di dalam suatu wadah untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dipelajari dalam berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Dalam sebuah masyarakat, banyak faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas sebuah organisasi dan manajemen yang harus responsif terhadap faktor-faktor tersebut. Setiap organisasi harus memenuhi kebutuhan konsumen atau klien mereka, menaati batasan politisi dan hukum, dan merespons perubahan dan perkembangan ekonomi dan teknologi.

Manajemen dan Organisasi
Manajemen merupakan kegiatan pokok yang dilakukan seorang pimpinan karena ia menjabat sebagai manajer untuk mengolah input menjadi output melalui proses manajemen. Sedangkan organisasi merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan perusahaan melalui pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan seorang pimpinan dengan organisasi yang tercipta di perusahaan yang bersangkutan. Seorang manajer puncak harus dapat mengkoordinir kegiatan-kegiatan karyawannya dalam mencapat tujuan organisasi. Jadi, keberhasilan sebuah perusahaan bergantung pada organisasi terutama struktur organisasi yang dianut.

Manajemen dan Tata Kerja
Jika kita melakukan suatu kegiatan, maka kita memerlukan proses untuk melakukan kegiatan tersebut. Proses tersebut disebut tata kerja. Tata kerja adalah suatu cara bagaimana agar sumber dan waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat. Jadi, hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat digambarkan seperti dibawah ini :
Manajemen : Kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dengan perantara antar manusia.
Tata Kerja : Cara-cara bagaimana agar kegiatan tersebut berjalan lancar dan efisien.

Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja
Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa manajemen, organisasi, dan tata kerja sangatlah berhubungan erat antara satu dengan yang lainnya. Hal ini dikarenakan dalam sebuah organisasi terdapat sebuah manajemen, dan untuk melaksanakan manajemen tersebut dibutuhkan tata kerja. Jadi, keberhasilan sebuah organisasi tergantung pada sistem manajemen dan tata kerja yang dilakukannya.

Ciri-ciri Organisasi
Adapun ciri-ciri sebuah organisasi antara lain sebagai berikut :
- Adanya komponen manajemen (atasan dan bawahan),
- Adanya kerja sama (cooporative yang berstruktur dari sekolompok orang),
- Adanya tujuan organisasi tersebut,
- Adanya sasaran organisasi,
- Adanya keterikatan format dan peraturan tata tertib yang harus dipatuhi,
- Adanya pendegelasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.

Unsur-unsur Organisasi
Organisasi tidak dapat berdiri sendiri, artinya saling berhubungan satu sama lain. Unsur-unsur yang membangun suatu organisasi meliputi :
1. Orang-orang, dalam suatu organisasi atau ketatalembagaan disebut sebagai pegawai atau personil.
2. Kerja sama, dibutuhkan kerja sama antar personil dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
3. Tujuan bersama, menggambarkan tentang apa yang akan dicapai. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan.
4. Peralatan, peralatan atau equipment yang terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dll.
5. Lingkungan, faktor lingkungan, misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, teknologi, dll.

Teori Organisasi
Dalam organisasi, terdapat tiga teori, yaitu ; teori klasik, neoklasik, modern.

o Teori Klasik :

Teori ini berkembang mulai tahun 1800-an atau 19 abad. Teori ini disebut dengan “teori tradisional” atau “teori mesin”. Teori ini bersifat kaku, tidak mengandung kreatifitas, digambarkan dalam lembaga yang tersentralisasi atau organisasi formal dan tugas-tugasnya terspesialisasi. Teori klasik berkembang dalam 3 aliran, yaitu :

1. Teori Birokrasi
Dikembangkan dalam ilmu sosiologi. Dikemukakan oleh “MAX WEBER” dalam buku “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism” dan “The Theory of Social and Economic Organization”. Birokrasi berasal dari kata ‘legal rasional’. ‘Legal’ karena terdapat aturan-aturan dan prosedur yang dirumuskan secara jelas. Sedangkan ‘rasional’ karena mempunyai tujuan yang ingin dicapai.

2. Teori Administrasi
Dikembangkan oleh Henry Fayol, Lyndall Urwick dari Eropa dan James D. Mooney, Allen Reily dari Amerika.
 
Henry Fayol (1841-1925) adalah seorang industrialis asal Perancis tahun 1916 menulis sebuah buku “Admistration industrtrielle et Generale” diterjemahkan dalam bahasa inggris 1926 dan baru dipublikasikan di amerika 1940. 14 Kaidah manajemen menurut Fayol yang menjadi dasar teori administrasi :
1. Pembagian kerja
2. Wewenang dan tanggung jawab
3. Disiplin
4. Kesatuan perintah
5. Kesatuan pengarahan
6. Mendahulukan kepentingan umum
7. Balas jasa
8. Sentralisasi
9. Rantai Skalar
10. Aturan
11. Keadilan
12. Kelanggengan personalia
13. Inisiatif
14. Semangat korps

James D. Mooney & Allen Reilly (1931), menerbitkan sebuah buku “ONWARD INDUSTRY” pendapat mereka adalah “koordinasi merupakan factor terpenting dalam perencanaan organisasi”. Tiga prinsip yang harus diterapkan dalam sebuah organisasi menurut mereka adalah:
a. Prinsip Koordinasi
b. Prinsip Skalar & Hirarkis
c. Prinsip Fungsional

3. Manajemen Ilmiah
Dikembangkan tahun 1900 oleh FREDERICK WINSLOW TAYLOR. Definisi manajemen ilmiah menurutnya adalah “Penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi” atau “Seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja”. F.W. TAYLOR dijuluki sebagai “BAPAK MANAJEMEN ILMIAH”, berkat jasa-jasa yang sampai sekarang konsepnya masih dipergunakan pada praktek manajemen modern. Empat kaidah Manajemen menurut Frederick W. Taylor:
a. Menggantikan metode kerja dalam praktek dengan metode atas dasar ilmu pengetahuan,
b. Mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan karyawan,
c. Pengembangan ilmu tentang kerja, seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah perlu intregasikan,
d. Perlu dikembangkan semangat dan mental karyawan untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah.

o Teori Neoklasik :

Aliran neoklasik disebut juga dengan “Teori Hubungan manusiawi”. Teori ini menekankan pada “pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja”. Hugo Munsterberg adalah salah satu tokoh neoklasik pencetus “Psikologi Industri”. Hugo menulis sebuah buku “Psychology and Industrial Effeciency” tahun 1913. Buku tersebut merupakan jembatan antara manajemen ilmiah dan neoklasik. Dalam pembagian kerja neoklasik memandang perlunya :
a. Partisipasi
b. Perluasan kerja
c. Manajemen bottom_up

o Teori Modern :

Teori ini muncul pada tahun 1950 sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori “Analiasa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang memadukan antara teori klasik dan neoklasik.

Referensi :
http://www.anneahira.com/teori-organisasi.htm
http://markusadiwiarso.wordpress.com/2011/09/22/konsep-dasar-organisasi-dan-hubungan-nya-dengan-manajeme/
http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_sosial

Read More >>

10/02/2011

Masihkah Pancasila "SAKTI" ?

     Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober mempunyai arti sendiri bagi bangsa Indonesia. Pada hari itu seluruh bangsa Indonesia mengenang peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau lebih dikenal G30S/PKI. Pemberontakan ini merupakan wujud usaha para PKI untuk mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Pada peristiwa itu terjadi pembantaian terhadap 7 orang Jenderal TNI. Dengan kesigapan TNI, G30S/PKI dapat ditumpas. Sejak saat itulah tanggal 30 September diperingati sebagai Gerakan Pengkhianatan PKI dan 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, memperingati bahwa dasar Indonesia adalah Pancasila yang berarti sakti atau tak tergantikan.

     1 Oktober 2011, tepat 46 tahun bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila, dan hampir seluruh pejabat tinggi Negara berkumpul untuk melaksanakan upacara di Lubang Buaya, Jakarta. Melihat kondisi Negara yang seperti sekarang ini, masihkah Pancasila “sakti” ? Pertanyaan seperti itu sering dipertanyakan banyak kalangan. Dalam Pancasila terdapat Lima Sila yang menjadi dasar Negara Indonesia, yaitu :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa,
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
3. Persatuan Indonesia,
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, dalam permusyawaratan perwakilan,
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


      Tetapi yang terjadi sekarang sangat bertentangan dengan Pancasila. Dimanakah kebebasan beragama yang tercantum dalam sila pertama tersebut? Mengingat kejadian bom bunuh diri yang baru-baru ini menimpa Gereja Bethel Injil Sepenuh di Solo. Inti persoalan adalah saling tidak menghormati dan menghargai antar umat beragama.

      Pada sila kedua, adil dan beradabkah? Mengingat kerusuhan-kerusuhan antar suku yang sering terjadi, tawuran antar pelajar, yang jelas-jelas disekolah diajarkan adab dan sopan santun.

      Sila ketiga, masihkah kita bersatu? Perkelahian yang dilakukan wakil rakyat di ruang sidang, apakah mencerminkan persatuan ? Silakan dianalisa sendiri.

      Sila keempat, sering terjadinya pengulangan pemilihan pemimpin daerah, yang kalah tidak mau menerima kekalahan, membuat isu-isu negatif terhadap yang menang, dan akhirnya dilakukan pemilihan ulang.

      Sila kelima lah yang menurut saya paling lucu. Ingatkah anda seorang nenek miskin yang divonis penjara beberapa bulan karena dianggap mencuri 3 biji kakao ? sangat kontras sekali dengan para koruptor yang bisa menikmati hidup dengan enak padahal mereka mencuri uang rakyat. Dimanakah keadilan bagi rakyat kecil? Inilah potret yang sangat jelas dinegeri ini bahwa hukum hanya milik orang berduit.

      Masihkah Pancasila "Sakti" ? Jawabannya ada pada diri kita sendiri. Catatan pilu diatas hanyalah salah satu contoh yang dapat dijadikan renungan. Apakah kita masih berperilaku seperti yang tersirat dalam jiwa Pancasila atau sudah melenceng ?

Read More >>
Template by - Ice Coklat